Ribuan Jamaah Padati Munajat Malam Selawe di Gresik, Tradisi Ulama Terus Dijaga

Media Ansor Sidayu – Suasana khidmat menyelimuti kawasan religi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu malam (14/3/2026). Ribuan jamaah memadati lokasi kegiatan Munajat Malam Selawe 1447 Hijriah untuk bermunajat dan berdoa bersama menyambut sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan.

Kegiatan yang dimulai selepas salat tarawih ini mengusung tema “Menjemput Berkah Ramadan, Menguatkan Ukhuwah, dan Merawat Tradisi Ulama.” Bagi masyarakat Gresik, tradisi Malam Selawe bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga bagian dari warisan spiritual yang telah berlangsung sejak masa dakwah para wali di tanah Giri.

Ribuan jamaah dari berbagai daerah tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan dzikir, istighasah, serta doa bersama. Sejak sore hari, kawasan sekitar makam ulama besar Gresik juga dipadati para peziarah yang datang untuk beribadah sekaligus merasakan atmosfer religius Malam Selawe.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif yang hadir bersama para ulama, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Yani menegaskan bahwa Malam Selawe merupakan identitas religius sekaligus budaya masyarakat Gresik.

“Malam Selawe adalah warisan luhur dari para ulama. Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk mencari keberkahan Ramadan, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah agar masyarakat Gresik tetap rukun dan bersatu,” ujarnya.

Ketua PAC GP Ansor Sidayu, H. M. Alaik Nashrullah, menilai tradisi Munajat Malam Selawe memiliki makna penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Tradisi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk ikhtiar spiritual masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menjaga warisan para ulama. Malam Selawe mengingatkan kita bahwa Gresik memiliki akar tradisi Islam yang kuat dan harus terus dirawat oleh generasi sekarang,” ungkapnya.

Selain menjadi momentum spiritual, kegiatan ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga. Sejumlah pedagang memanfaatkan keramaian dengan membuka lapak di sekitar lokasi acara, menciptakan pasar kaget yang menjadi ciri khas setiap peringatan Malam Selawe.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para ulama sepuh Gresik, memohon keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Munajat Malam Selawe pun kembali menjadi bukti kuatnya tradisi religius yang terus hidup di tengah masyarakat Kota Santri.