Langkah Boleh Berubah, Pengabdian Tak Pernah Berpindah

Media Ansor Sidayu - Semangat khidmah dan pengabdian kader muda Nahdlatul Ulama kembali terasa dalam kegiatan Parade Senja, Penanaman Pohon, Penyerahan Denwatser kepada Garfa Fatayat NU Gresik, serta gerakan bersih-bersih pantai yang digelar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Gresik di wilayah Panceng, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Desa Campurejo hingga kawasan Pantai Dalegan tersebut diikuti kader GP Ansor, Banser, Denwatser, Fatayat NU, dan Garfa NU dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik. Sejak siang hari para peserta mulai berdatangan dengan penuh semangat membawa panji-panji organisasi dan tekad untuk terus berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan apel persiapan pemberangkatan di Lapangan Desa Campurejo. Apel dipimpin langsung oleh Pembina Apel dari PCNU Kabupaten Gresik, Mujib. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kader muda NU harus terus menjaga semangat pengabdian di tengah perubahan zaman.

“Langkah boleh berubah, tapi pengabdian tidak boleh berpindah,” pesannya di hadapan seluruh peserta apel.

Kalimat tersebut langsung disambut tepuk tangan dan pekikan semangat para kader yang memenuhi lapangan. Bagi mereka, khidmah di Nahdlatul Ulama bukan hanya tentang seragam ataupun barisan, tetapi tentang menjaga nilai perjuangan, persaudaraan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua PAC GP Ansor Sidayu, H. M. Alaika Nashrullah, juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat solidaritas antarkader muda NU dalam menjaga semangat perjuangan organisasi.

Menurutnya, Ansor, Banser, Denwatser, Garfa NU, dan Fatayat NU memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga marwah jam’iyah dan terus hadir di tengah masyarakat.

“Perbedaan tugas dan langkah jangan sampai memisahkan semangat pengabdian. Kita semua berjalan dalam satu tujuan, yaitu berkhidmah untuk Nahdlatul Ulama dan masyarakat,” ujarnya.

Usai apel, ratusan peserta kemudian bergerak melakukan long march menuju kawasan Pantai Dalegan. Derap langkah para kader muda NU berjalan beriringan sambil melantunkan selawat dan lagu perjuangan organisasi. Suasana pesisir sore itu berubah menjadi lautan hijau penuh semangat kebersamaan.

Tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, aksi tersebut juga diisi dengan penanaman simbolis pohon produktif di kawasan Pantai Rejodadi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Para peserta bersama-sama menanam pohon dengan harapan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan dilanjutkan dengan Parade Senja dan gerakan bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Dalegan. Para kader tampak memunguti sampah di sepanjang bibir pantai sambil tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan. Aksi itu menjadi simbol bahwa kader muda NU tidak hanya hadir dalam kegiatan organisasi, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Momen yang paling mengharukan terjadi saat prosesi penyerahan Denwatser kepada Garfa Fatayat NU Gresik. Prosesi tersebut berlangsung khidmat di tengah suasana senja Pantai Dalegan.

Dalam kesempatan itu ditegaskan bahwa Garfa NU dan Denwatser sejatinya memiliki tujuan mulia yang sama, yakni menjaga semangat pengabdian dan istiqamah dalam berhidmah di Nahdlatul Ulama.

Meski berada dalam barisan dan tugas yang berbeda, keduanya tetap memiliki niat dan harapan yang sama: terus berjuang, menjaga loyalitas organisasi, serta menjadi bagian dari perjuangan jam’iyah NU di tengah masyarakat.

Kebersamaan antara kader Ansor, Banser, Denwatser, Fatayat NU, dan Garfa NU pada kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat persatuan kader muda Nahdliyin tetap terjaga. Tidak ada sekat di antara mereka selain tujuan bersama untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.

Kegiatan kemudian ditutup dengan salat Asar berjamaah sebelum seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing membawa semangat baru untuk terus istiqamah dalam perjuangan dan pengabdian.

Editor: Tim Media GP Ansor Sidayu