Media Ansor Sidayu – Ketua PC GP Ansor Gresik menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) atas keberhasilan mengungkap penyelundupan 3.371,4 kilogram atau sekitar 3,37 ton ganja jaringan internasional yang berasal dari Thailand melalui Pelabuhan Internasional Tanjung Priok.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil operasi gabungan Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai bersama BNN RI yang melibatkan Bea Cukai Tanjung Priok, Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, Kanwil Bea Cukai Jawa Barat, Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah, Kanwil Bea Cukai Jakarta, Bea Cukai Gresik, Bea Cukai Purwakarta, serta Bea Cukai Cikarang.
Kasus ini bermula dari hasil analisis intelijen terhadap sebuah kontainer asal Thailand yang membawa tumpukan koper. Setelah dilakukan pengembangan dan controlled delivery, petugas berhasil mengamankan empat truk di wilayah Gresik dan Purwakarta.
Dari hasil pemeriksaan ditemukan sekitar 1.605 kilogram ganja disembunyikan di dalam koper serta 1.766,4 kilogram lainnya di dalam gulungan matras lateks. Penindakan tersebut diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika sekaligus mengurangi potensi beban rehabilitasi negara hingga Rp4,585 triliun.
Ketua PC GP Ansor Gresik menilai keberhasilan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen aparat negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman jaringan narkotika internasional yang semakin terorganisir.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bea Cukai dan BNN RI atas keberhasilan menggagalkan penyelundupan 3,37 ton ganja jaringan internasional. Ini adalah langkah besar dalam menyelamatkan jutaan anak bangsa dari bahaya narkotika," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama dan tidak boleh ada kompromi terhadap siapa pun yang terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika.
"Siapa pun pelakunya adalah musuh bersama. Kami mendukung penuh langkah aparat untuk memburu dan memutus seluruh mata rantai jaringan narkotika, mulai dari pelaku di lapangan hingga aktor intelektual yang berada di balik jaringan internasional tersebut," tegasnya.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Sidayu, H. M. Alaika Nashrullah, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah tegas aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkotika.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antarinstansi mampu memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
"Kami di PAC GP Ansor Sidayu mengapresiasi kerja keras Bea Cukai dan BNN RI. Keberhasilan ini bukan sekadar mengungkap kasus penyelundupan narkoba, tetapi juga menyelamatkan masa depan jutaan generasi bangsa dari ancaman narkotika," kata H. M. Alaika Nashrullah.
Ia menambahkan, GP Ansor memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun kesadaran masyarakat agar menjauhi narkoba melalui edukasi dan penguatan ketahanan sosial di tingkat desa.
"Kami mengajak seluruh kader Ansor dan Banser, khususnya di wilayah Sidayu, untuk terus menjadi pelopor dalam memberikan edukasi tentang bahaya narkoba serta aktif menjaga lingkungan masing-masing agar tidak menjadi sasaran peredaran narkotika. Melindungi generasi bangsa adalah harga mati," pungkasnya.
GP Ansor berharap sinergi antara aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat terus diperkuat guna memutus mata rantai peredaran narkotika serta menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi penerus bangsa.