Media Ansor Sidayu - Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Ranting Kertosono menggelar kegiatan bertajuk Sinau Bareng “Lungguh Anteng”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi, dengan mengusung semangat uri-uri budaya sebagai identitas yang terus dijaga.
Acara berlangsung khidmat namun penuh antusiasme, dihadiri oleh masyarakat, pemuda Ansor, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kegiatan dibuka oleh Master of Ceremony (MC) Fahkrus Ali, S.E., yang memandu jalannya acara dengan hangat dan komunikatif.
Suasana religius langsung terasa saat pembacaan tahlil yang dipimpin oleh H. Dyaurahman, kemudian dilanjutkan dengan lantunan Mars Ansor yang dipimpin oleh Ibu Firoh, M.Pd., yang membangkitkan semangat kebersamaan seluruh peserta.
Dalam sesi sambutan, Ketua PAC GP Ansor Sidayu melalui H.M. Alaika Nasrullah menegaskan pentingnya soliditas organisasi serta peran strategis pemuda Ansor dalam menjaga tradisi, keutuhan bangsa, dan nilai-nilai Islam yang moderat. Sementara itu, Kepala Desa Kertosono, Muh Hazir Sa’dan, turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Memasuki sesi inti, kegiatan sinau bareng dipandu oleh moderator Ariyanto, S.P., M.M., dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.
Anggota DPRD Gresik, Imron Rosadi, menyampaikan materi mengenai kepemimpinan dalam perspektif Islam. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin ideal harus memiliki integritas, amanah, serta mampu menjadi teladan bagi masyarakat.
Selanjutnya, Kepala Desa termuda se-Kabupaten Sidoarjo, Ifanul Ahmad, mengajak peserta menelusuri jejak sejarah kejayaan Majapahit sekaligus mengajak pemuda untuk berperan aktif sebagai agen perubahan dalam membangun peradaban yang lebih maju.
Kepala Desa Kertosono, Muh Hazir Sa’dan, dalam pemaparannya menyampaikan optimisme terhadap masa depan desa. Ia menegaskan bahwa Kertosono memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat peradaban baru, seiring hadirnya lembaga pendidikan seperti Universitas Sunan Gresik (USG) yang terus berkembang.
Sementara itu, Ustadzah Hinda Fidiarti, M.M., memberikan perspektif tentang peran perempuan dalam Islam. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun peradaban, baik dalam lingkup keluarga maupun sosial, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Ketua PR GP Ansor Kertosono, Ulin Nuha, S.Pd., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi Ansor untuk menghadirkan dakwah yang lebih kontekstual, interaktif, dan kreatif sebagaimana yang telah dicontohkan para wali di tanah Jawa.
“Ansor harus mampu hadir dengan pendekatan yang menyentuh masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan keislaman,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi dan refleksi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga budaya dan nilai keagamaan. Melalui konsep “Lungguh Anteng”, peserta diajak untuk bersikap tenang, bijak, dan mendalam dalam menyikapi berbagai dinamika kehidupan.