Ansor Gresik Dukung Sikap PW GP Ansor Jatim, Soroti Kebijakan Penempatan Pendamping Desa

GRESIK, JAWA TIMUR — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Gresik menyatakan dukungannya terhadap sikap Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, yang menyoroti sejumlah persoalan terkait kebijakan penempatan dan pemindahan tenaga pendamping desa.


Dukungan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur yang mempertanyakan klaim Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai yang dekat dengan kalangan Nahdliyin. Musaffa menilai kedekatan dengan warga Nahdlatul Ulama tidak cukup ditunjukkan melalui slogan atau narasi politik, melainkan harus dibuktikan melalui kebijakan yang memberikan penghargaan terhadap kader-kader NU yang selama ini mengabdi di tengah masyarakat.


Ketua PC GP Ansor Gresik, Ludfi Khambali Abdillah, mengatakan pihaknya menerima dan mencermati berbagai aspirasi dari kader muda NU yang selama ini bertugas dalam program pendampingan desa.


Menurutnya, sejumlah kader mengeluhkan adanya pemindahan atau relokasi tempat tugas ke wilayah lain dengan jarak yang cukup jauh. Kondisi tersebut, kata dia, perlu mendapatkan penjelasan yang terbuka dan mekanisme yang jelas.
“Kami PC GP Ansor Gresik mendukung sikap PW GP Ansor Jawa Timur dalam memperjuangkan aspirasi kader-kader muda NU. Mereka adalah kader yang telah lama mengabdikan diri kepada masyarakat, khususnya di tingkat desa. Karena itu, setiap kebijakan yang berkaitan dengan penempatan maupun pemindahan tugas hendaknya dilakukan secara transparan, profesional, dan berkeadilan,” ujar Ludfi.


Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang komprehensif terhadap kebijakan yang diberlakukan, sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun persepsi negatif di kalangan tenaga pendamping desa.


Soroti Transparansi Kebijakan


Sebelumnya, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Musaffa Safril mengaku menerima sejumlah laporan dari kader Ansor di berbagai daerah yang bekerja sebagai pendamping desa.


Dalam laporan tersebut, terdapat kader yang mengaku mengalami pemindahan tempat tugas ke daerah lain dengan jarak cukup jauh. Mereka mempertanyakan dasar dan mekanisme pemindahan tersebut karena merasa belum mendapatkan penjelasan yang memadai.
Musaffa menegaskan persoalan tersebut tidak seharusnya dipandang hanya sebagai persoalan administratif.

 Menurutnya, diperlukan transparansi dalam proses penempatan, pemindahan, serta evaluasi tenaga pendamping desa.
“Kalau memang ingin merangkul Nahdliyin, jangan hanya terlihat ketika berada di panggung politik atau membutuhkan dukungan. Pengabdian kader-kader muda NU di tengah masyarakat juga harus dihargai,” ujar Musaffa.


Ia menilai penghormatan terhadap kader dan masyarakat Nahdliyin harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan kebijakan yang dapat dirasakan secara langsung.


Musaffa juga meminta agar seluruh kebijakan terkait tenaga pendamping desa dilaksanakan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.


PAC GP Ansor Sidayu: Kader NU Harus Mendapat Kepastian dan Perlindungan


Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Sidayu, H. M. Alaika Nashrullah, turut menyampaikan dukungannya terhadap sikap PW GP Ansor Jawa Timur dan PC GP Ansor Gresik.


Menurutnya, kader-kader muda NU yang telah mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk masyarakat desa harus mendapatkan kepastian serta perlakuan yang adil dalam menjalankan tugas.
“Kami di PAC GP Ansor Sidayu mendukung setiap upaya untuk memperjuangkan keadilan bagi kader-kader muda NU yang selama ini tulus mengabdi kepada masyarakat. Kebijakan yang menyangkut penempatan dan masa depan para pendamping desa hendaknya dilaksanakan secara objektif, profesional, serta terbuka. Jangan sampai mereka yang telah lama mengabdi justru merasa tidak mendapatkan kepastian dalam menjalankan tugasnya,” ujar H. M. Alaika Nashrullah.


Ia menambahkan bahwa GP Ansor akan terus mendorong penyelesaian persoalan melalui jalur komunikasi yang baik dan konstruktif.
“Kami berharap semua pihak dapat duduk bersama dan memberikan penjelasan yang objektif. Yang terpenting adalah memastikan kader-kader yang bekerja untuk masyarakat tetap dapat menjalankan pengabdiannya dengan tenang, bermartabat, dan mendapatkan perlakuan yang adil,” katanya.


Menjaga Independensi dan Marwah NU
GP Ansor menilai kader muda NU bukan sekadar kelompok yang dapat dipandang sebagai kekuatan elektoral. Mereka merupakan bagian dari masyarakat sipil yang selama ini terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.
Karena itu, Ansor mendorong agar seluruh kebijakan publik, termasuk yang berkaitan dengan tenaga pendamping desa, dijalankan berdasarkan prinsip profesionalisme, transparansi, dan keadilan.


Dukungan dari PC GP Ansor Gresik dan PAC GP Ansor Sidayu tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa aspirasi kader di tingkat akar rumput perlu mendapatkan perhatian serius.
Ansor menegaskan pentingnya menjaga marwah dan independensi Nahdlatul Ulama serta memastikan kader-kadernya dapat terus mengabdi kepada masyarakat tanpa merasa dipinggirkan oleh kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya transparan.